Minggu, 20 Agustus 2023
Orang menuju manusia.
Minggu, 18 September 2022
Dogma agama, gaya hidup dan system perbankan.
Demonstrasi ala hacker Bjorka, menuju teknokrasi.
Jumat, 16 September 2022
Bjorka vs Satoshi Nakamoto
Jumat, 09 September 2022
Siapa.
pepeling Galungung
ingSUmMeDANGan
Jumat, 26 Agustus 2022
Selasa, 23 Agustus 2022
Jawaban NIKOLA TESLA untuk menghancurkan kejahatan
Perang ekonomi global. Menang tanpo hangasorake
Senin, 04 Oktober 2021
jalan
Jalan panjang yang mudah di tempuh, Jalan pendek tak mudah di tempuh
Hidup tak semudah
keinginan, Sering beriring dengan tantangan
Hati penuh gejolak
dengan segala keinginan
Gemerlap dunia
menghempaskan kesadaran
Jalan panjang yang mudah di tempuh, Jalan pendek tak mudah
di tempuh
Dimana harus dicari
kebenaran sejati, untuk dapat kembali
Dunia fana penuh
fatamorgana, tempat berkelana
Jelajah singkat hidup
manusia di dunia fana
Jalan panjang yang mudah di tempuh, Jalan pendek tak mudah
di tempuh
Perjalanan
sering terhenti, oleh hati lelah dan letih
Menantang arus,
menghadang gelombang
Menatap
langit,saksikan luas nya cakrawala
Jalan panjang yang mudah di tempuh, Jalan pendek tak mudah
di tempuh
Manusia tiada daya
tiada upaya, ziarah singkat di bumi fana
Berjalan mencari
kenenaran sejati,
Agar dapat segera
kembali
Kamis, 02 September 2021
Selasa, 03 Agustus 2021
Jumat, 30 Juli 2021
Manusia dan orang
INDONESA RAYA lagu kebangsaan bangsa INDONESIA.memiliki kalimat yang sangat kuat untuk mempertahankan harkat dan derajat manusia. Syair lagu yang penuh kesadaran dan rasa cinta.
Sepenggal kalimat dalam lagu INDONESIA RAYA, "bangunlah jiwanya bangunlah badannya".
Jiwa yang hidup membuat manusia memiliki "kesadaran" yang lebih tinggi untuk mencari keBENARan sejati dan HUKUM PASTI.
HUKUM PASTI adalah hukum SANG MAHA PENCIPTA.
Orang mudah sekali untuk menghakimi sesama dengan mengatakan, karma atau siapa menabur akan menuai, hal itu memang benar.
Tapi bagaimana bila manusia mengalami perjalanan hidup tak seperti pada umumnya.
Maka manusia harus menCARI, dalam pencarian manusia akan memiliki nilai tambah meningkatnya kesadaran.
Manusia pencari adalah sosok manusia yang memiliki kesadaran yang hidup. Kesadaran nya terus tubuh dan berkembang dalam pencarian nya. Perasaan yang tumbuh dalam sosok pencari adalah ke"tidak berdaya"an. Sebagai manusia yang sadar, bahwa manusia itu tidak berdaya di hadapan Sang Maha Pencipta. Perjalanan pencari, pada akhirnya hanya bergantung kepada Sang Maha Pencipta. Dalam perjalanan sosok pencari adalah "SIMISKIN", yang pasti tidak ada orang yang mau berteman atau bersahabat, karena SIMISKIN tidak memiliki apa-apa.
SIMISKIN pasti dihina, dijauhi menjadi manusia terbuang dalam komunitas kehidupan. Kesendirian SIMISKIN, membuat sosok pencari hanya mampu berserah mendekat kepada Sang Maha Pencipta, yang masih menerimanya.
SiMISKIN di jauhi dan terbuang dalam komunitas.
Apakah SIMISKIN kesepian?.
TIDAK!.
SIMISKIN sujud kepada Sang Maha Pencipta atas ketidak berdayaannya.
SIMISKIN sujud dan bersyukur kepada Sang Maha Pencipta atas nafas yang telah diberiNYA dalam menjalani ziarah fana di bumi ini.
SIMISKIN bersyukur atas semua hinaan dan cacian yang membuatnya terbuang dari komunitas.
SIMISKIN bersyukur atas semua penderitaan manusiawi.
SIMSKIN sadar atas hutang nafas yang di beri oleh Sang Maha Pencipta.
SIMISKIN menjalin persahabatan dengan alam semesta.
SIMISKIN berbicara dengan alam semesta.
SIMISKIN berkawan dengan semua mahluk ciptaan Sang Maha Pencipta.
SIMISKIN berbicara dengan lucifer sekalipun.
SIMISKIN berbicara dengan semut, dengan bunga dengan angin.
SIMISKIN berbicara kepada semua ciptaan Sang Maha Pencipta.
SIMISKIN menhargai semua ciptaan Sang Maha Pencipta.
Hingga SIMISKIN menyadari keinginan Sang Maha Pencipta.
Sang Maha Pencipta ingin di cintai.
Bagaimanakah cara mencintai Sang Maha Pencipta?.
SIMISKIN menyadari mencintai Sang Maha Pencipta adalah dengan mencintai ciptaannya.
Perasaan welas asih tumbuh subur dalam diri SIMISKIN.
SIMISKIN menemukan dirinya, berkenalan dengan dirinya dan menikah dengan dirinya.
SIMISKIN menjadi sosok MANUSIA sejati.
Manusia yang penuh dengan rasa welas asih kepada sesama manusia, dan kepada semua ciptaan Sang Maha Pencipta.
Dalam kesadaran, bila yang terjadi bukanlah buah karma, tetapi kehendak YME, Sang Pencipta memberi kesempatan kepada manusia untuk meninggikan derajat kemanusiaannya.
Jadi lebih baik mencari dan jangan mudah menghakimi.
Lihatlah selalu ke dalam diri dan bersyukur.
Apa makna kalimat dalam gambar di atas.
Perorangan itu pinter, Masyarakat itu BODOH, gampang panik. Berbahaya seperti binatang.
Tatanan hidup global telah menuntut manusia untuk membelanjakan waktu nya dengan mencari uang untuk mempertahankan gaya hidup global lingkaran setan gaya hidup yang diciptaan segelintir elite global.
Manusia di jebak dalam gaya hidup metropolitan menjadi budak ekonomi, sistem perbankan.
Kondisi yang sengaja diciptakan agar manusia hilang kesadaran nya dan menjadi orang.
Saat manusia tak memiliki waktu untuk merenung dan berkenalan dengan dirinya sendiri, manusia hanya akan menjadi orang yang akan mudah untuk dicuci otak dan dogma.
Dogma akan diterima dengan mudah, dengan sedikit pemicu akan membuat orang menjadi bringas. Karena banyak kekecewaan di alam bawah sadar.
Tak memiliki waktu untuk berkenalan dengan diri sendiri sudah dapat dipastikan tak akan mengenal kepada Sang Maha Pencipta.
Agama hanya berupa ritual , tanpa hati dan arti.
Waktu yang tersita dengan segala tuntutan keinginan yang muncul dalam diri.
Keinginan atau nafsu menjadi tidak terkendali tanpa kesadaran.
Orang yang dikuasai keinginan/nafsu, sangat mengerikan..........






