Metro, Lampung. 9 November 2016.
Tawaran Pak Slamet yang membuat saya tidak mengerti.
"Saya tambah umur kamu?",
Hahh?.
Hanya bengong dan bingung..
Aki dan Nini Slamet yang tinggal di Kampung BumiHarjo, desa BatangHari telah membuat aku bingung.
Nini Slamet yang baik hati, memberi kami oleh-oleh kopi Lampung, hasil olahan Nini Slamet.
Dan tak lupa lima bungkus teh kampung dari Pekalongan yang semerbak wangi melati di l.engkapi sepotong ulen ketan.
Orang desa yang polos.
Anak angkat Aki dan Nini adalah 15 orang gila, 12 orang di rawat sampai sembuh.
Seorang laki-laki bisu hidup menemani Aki dan Nini, Nini bilang itu bodyguard Nini, yang membantu Nini berjualan ke pasar.
Aki Selamet berumur 83 tahun, kuat dan sehat di dampingi Nini Selamet yang tak kalah tuanya berumur 85 tahun.
Selain mengarap sepetak sawah, Aki dan Nini menggiling kopi yang di pasarkannya sendiri.
Nini Selamet bercerita, kopi traditional racikan Nini Selamat tapa merek dan di bandrol seharga 3000 Rupiah untuk kemasan kantong plastik sederhana 150 gram.
Malu rasanya,...... di usia sesepuh itu Aki dan Nini masih bersemangat.
Doa Aki dan NIni, panjang umur, sehat dan murah rezeki.
Kata Aki,"menuunggu atau menjaga cucu, bukan di jaga cucu".
Dengan kesehatan Aki dan NIni yang prima penuh semangat, membuat kita terpana!.
Nini tidak dapat berbahasa Indonesia, Nini hanya menggunakan bahasa Jawa.
Dan saya tidak dapat bahasa Jawa, jadi kami berkomunikasidengan ekspresi,
Hahaha..... tertawa dan tersenyum.
Senyum komunikasi melalui hati.
Haturnuhun Aki.
Haturnuhun Nini
Sampurasun.
.
Tawaran Pak Slamet yang membuat saya tidak mengerti.
"Saya tambah umur kamu?",
Hahh?.
Hanya bengong dan bingung..
Aki dan Nini Slamet yang tinggal di Kampung BumiHarjo, desa BatangHari telah membuat aku bingung.
Nini Slamet yang baik hati, memberi kami oleh-oleh kopi Lampung, hasil olahan Nini Slamet.
Dan tak lupa lima bungkus teh kampung dari Pekalongan yang semerbak wangi melati di l.engkapi sepotong ulen ketan.
Orang desa yang polos.
Anak angkat Aki dan Nini adalah 15 orang gila, 12 orang di rawat sampai sembuh.
Seorang laki-laki bisu hidup menemani Aki dan Nini, Nini bilang itu bodyguard Nini, yang membantu Nini berjualan ke pasar.
Aki Selamet berumur 83 tahun, kuat dan sehat di dampingi Nini Selamet yang tak kalah tuanya berumur 85 tahun.
Selain mengarap sepetak sawah, Aki dan Nini menggiling kopi yang di pasarkannya sendiri.
Nini Selamet bercerita, kopi traditional racikan Nini Selamat tapa merek dan di bandrol seharga 3000 Rupiah untuk kemasan kantong plastik sederhana 150 gram.
Malu rasanya,...... di usia sesepuh itu Aki dan Nini masih bersemangat.
Doa Aki dan NIni, panjang umur, sehat dan murah rezeki.
Kata Aki,"menuunggu atau menjaga cucu, bukan di jaga cucu".
Dengan kesehatan Aki dan NIni yang prima penuh semangat, membuat kita terpana!.
Nini tidak dapat berbahasa Indonesia, Nini hanya menggunakan bahasa Jawa.
Dan saya tidak dapat bahasa Jawa, jadi kami berkomunikasidengan ekspresi,
Hahaha..... tertawa dan tersenyum.
Senyum komunikasi melalui hati.
Haturnuhun Aki.
Haturnuhun Nini
Sampurasun.
.