Jumat, 21 Oktober 2016

Selamatkan NusantaRA

AJISAKA PURWAWISESA (Inti Ajaran leluhur zaman dahulu).
Sunda NusantaRa dapat diselamatkan dari kehancuran jika masyarakatnya ‘kembali’ kepada ajaran para leluhur Negara, kembali mempelajari nilai-nilai luhung yang dianut oleh leluhur Ibu Pertiwi, yaitu ajaran Sundayana / agama NagaRA Matahari.

 Ajisaka Purwawisesa itu adalah nama lain atau sandi ajaran Sundayana  milik bangsa Sunda NusantaRA (Galuh Hyang Agung /Galunggung) yang disampaikan oleh Sang Sri Rama Mahaguru Ratu Rasi Prabhu Shindu La-Hyang atau Sang Hyang Watugunung Ratu Agung Manikmaya atau sering disebut sebagai Aji Tirem (Aki Tirem).
Sinopsis legenda Ajisaka Purwawisesa adalah sebagai berikut;
Dikisahkan bahwa Ajisaka adalah penguasa Majati, ia memiliki dua ponggawa yang bernama Dora dan Sembada. Dora diajak menemani Ajisaka berkelana dan Sembada diperintahkan menjaga pusaka di Majati agar tidak diambil oleh siapapun kecuali oleh Ajisaka.
Lalu, Ajisaka dan Dora bertemu dengan Prabhu Dewata Cengkar penguasa Medang Kamulan yang gemar memakan manusia. Pada awalnya Dewata Cengkar adalah orang baik, ia jadi menyukai manusia karena Juru Masak istana terpotong telunjuknya dan masuk ke dalam makanan yang disajikan kepada Dewata Cengkar.
Ajisaka ‘menawarkan’ diri untuk dimakan oleh Dewata Cengkar dengan imbalan diberi tanah seluas dan sepanjang ikat kepalanya. Ikat kepala ditarik oleh Dewata Cengkar dan terus memanjang hingga ke tepi jurang di bibir laut. Ajisaka mengalahkan Dewata Cengkar oleh ikat kepalanya hingga penguasa Medang Kamulan itu terjerumus ke dalam laut dan berobah menjadi Buaya Putih.
Setelah Ajisaka menggantikan Dewata Cengkar sebagai Raja Medang Kamulan ia memerintahkan Dora untuk mengambil pusaka di Majati yang dijaga oleh Sembada. Sesuai perintah Ajisaka Sembada tidak memberikan kepada Dora hingga keduanya saling bertempur hingga tewas. Lalu untuk mengabadikan kedua ponggawanya Ajisaka Purwawisesa menciptakan aksara Ha-Na-Ca-Ra-Ka atau sering disebut sebagai huruf Palawa.


Sampurasun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar