Sunda NusantaRA awal peradaban manusia Sirian.
Buku“Eden in The East” oleh Stephen Oppenheimer, secara radikal pandangan
tentang prasejarah.Menyimpulkan bahwa benih dari budaya maju, ada di Indonesia berdasarkan genetika dan struktur DNA mitokondria, bukti kromosom Y, arkeologi, klimatologi, dan studi fosil.
Sunda NusantaRA telah melakukan aktivitas pelayaran, memancing,
menanam jauh sebelum orang lain melakukannya(pada 65-52 ribu tahun lalu).
Buku
ini ‘membalikkan’ sejumlah fakta-fakta yang selama ini diketahui dan dipercaya
masyarakat dunia tentang sejarah peradaban manusia.
Pada akhir Zaman Es(160.000 tahun) terakhir, banjir besar terjadi.
Ada
yang baru dari hasil eskavasi di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Ternyata
ada struktur menarik di situs megalitikum itu. Di lapisan bawah tanah, di
kedalaman 4,5 meter ditemukan teknologi unik. Di
antara struktur tersebut ditemukan pecahan logam besi sepanjang 10 centimeter.
Selain itu di antara batu-batu terdapat lapisan semen purba yang berfungsi
sebagai perekat,”.Teknik pembangunan dengan semen dan pecahan logam besi(fondasi), dan pembangunan selanjutnya hanya batu yang
ditumpuk. Hal itu bisa dilihat dari hasil dating carbon hasil
Laboratorium Beta Analityc Radiocarbon Dating (BETA) di Miami, Amerika Serikat,
yang diakui secara internasional, berhasil menentukan umur atau usia absolut
situs ini. Pada kedalaman 0,5 meter situs ini berusia 500 Sebelum Masehi (SM).
Pada kedalaman 3 meter, situs ini berusia 4700 SM, jauh lebih tua dari bangunan-bangunan kuno yang ada di dunia. Hasil ekskavasi arkeologi di Gunung
Padang ini tentu saja telah mengubah sejarah peradaban dunia,
Pada kedalaman 8 meter,tersebut kemungkinan
akan ditemukan bukti peradaban umat manusia pada 11600 SM. Padahal peradaban
besar dunia baik di Mesopotamia, Mesir, Cina, maupun Yunani yang tertua berusia
sekitar 4000 SM,”
Catatan: by Graham Hancock
Pandangan umum dari arkeolog adalah struktur bawah tanah yang awalnya
dikembangkan pada abad ke-7 atau ke-8 SM oleh orang Indo-Eropa disebut Phrygia tinggal di Cappadocia pada saat itu.
Teori adalah Phrygia Itu Mulai proyek dengan memperluas dan memperdalam gua
alam dan terowongan yang sudah ada di batu vulkanik, memanfaatkan ruang yang
dibuat untuk penyimpanan dan Mereka mungkin sebagai tempat berlindung dari
penyerang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar